Sinopsis
Karena melakukan kesalahan fatal pada acara rakernas sebuah partai besar, Bagyo (Tora Sudiro) harus kehilangan pekerjaannya. Musibah itu membuat rencana pernikahannya dengan Ani (Revalina S Temat) batal. Apalagi Abdul (Jaja Mihardja), ayah Ani memang tidak menyukainya. Di tengah kesulitan itu musibah lain datang, uang untuk ongkos orang tuanya datang melamar ke Jakarta dicuri oleh sekawanan penjahat. Karena tidak tahan tekanan yang bertubi-tubi Bagyo jadi gelap mata. Ia mencari orang-orang yang membawa kabur uangnya untuk menuntut balas.
Kebetulan para penjahat itu sedang merampok seorang artis bernama Atika (Wiwid Gunawan). Aksi itu gagal karena Bagyo tiba-tiba muncul dan langsung menghajar mereka hingga babak belur. Bagyo disanjung sebagai pahlawan. Kisah keberanian Bagyo menjadi berita di berbagai media nasional maupun daerah.
Ketenaran Bagyo lalu dimanfaatkan oleh sebuah partai politik papan atas untuk menggaet dukungan massa dalam pemilihan legislatif. Bagyo ditemani Jereng (Vincent Rompies) berangkat untuk berkampanye di Wadasrejo, sebuah daerah terpencil yang rakyatnya hidup serba kekurangan. Ternyata masyarakatnya tidak mengenal sosok Bagyo sama sekali. Di sana Bagyo menemukan kenyataan lain yang lebih penting daripada nama besar dan popularitas. Masyarakat desa lebih menghargai kejujuran dan ketulusan daripada kata-kata muluk yang diobral dalam sebuah kampanye politik.
Produser : Chand Parvez
Produksi : travision
Pemain : Tora Sudiro, Revalina S. Temat
Vincent Rompies,H. Jaja Mihardja
Gading Marten,Dwi Sasono
Wiwid Gunawan
Sutradara : Monty Tiwa
Penulis : Eric Tiwa
Wednesday, 13 May 2009
wakiL RAkYAT
Posted by ebong techno at 06:01 0 comments
Tuesday, 12 May 2009
REKAMAN GAMBAR PADA FILM 16 MM
Pada saat rekaman gambar baik di studio atau lokasi film pimpinan kerabat kerja dipegang oleh Sutradara atau Pengarah Acara. Sutradara mengarahkan pemain dan dibantu kerabat kerja teknik baik itu juru kamera, suara, penata lampu, make up, pencatat adegan juga penata artistik. Film televisi saat itu menggunakan direct recording yaitu suara langsung direkam di lokasi. Juru kamera mengambil gambar mengunakan kamera Arri BL, ST, SR sedangkan juru suara merekam suara dengan peralatan Nagra. Sistem kerja dalam rekaman gambar ini double sistem dimana gambar dan suara terpisah. Film menggunakan ukuran 16 mm sedangkan pita suara ukuran 1/4 inchi yang nantinya saat akan editing di studio pita ini ditransfer ke format 16 mm.Karena gambar dan suara menggunakan medium terpisah satu sama lain maka haruslah antara keduanya terdapat suatu cara yang menjamin tercapainya keserempakan (sinkronisasi). Untuk mencapai sinkronisasi harus dipenuhi hal-hal berikut ini:
1. Adanya tanda yang merupakan awal yang bersamaan antara gambar dan
suara . Ketika shooting tanda awal ini diberikan oleh clapper board yang
memuat informasi berupa gambar (misal film 1 pita 1) dan clapper ini direkam
dulu sebelum pemain berakting. Dengan pedoman ini editor film dapat
mensinkronkan gerakan gambar dan suara berdasarkan lipsing mulut pemain.
2. Kecepatan antara medium yang merekam gambar (kamera) dengan kecepatan
pita suara harus sama. Untuk media televisi keserempakan gambar dan suara
mempunyai kecepatan 25 frame per second. Untuk rekaman suara double
sistem dapat digunakan pita licin yang diberi perforasi magnetis melalui
perekaman pilot signal ( signal yang mensinkronkan ) juga perforated audio
tape.
Dalam pengambilan gambar untuk sinkronisasi tidak hanya cukup jika gambar dan suara berjalan dengan kecepatan sama tetapi juga saat permulaan pengambilan gambar. Lazimnya merekam klaper board lebih dulu sebelum pemain berakting. Aba-aba sutradara memerintahkan juru suara dan juru kamera dengan perintah," sound siap...runing, kamera start...runing" dan clapor boy membacakan film 1 pita 1 ( sebagai contoh saja ) sequence 2 shot 3 lalu mengatupkan papan kleper tersebut dan berbunyi "klak".
Nah bunyi "klak" inilah nantinya dijadikan pedoman sinkronisasi di editing berapa frame suara atau gambar saling mendahului. Dengan memencet tombol sinkronisasi inilah didapat ketepatan antara gambar dan suara.
Untuk jelasnya urutan perintah Sutradara pada saat pengambilan gambar film adalah: 1. "Tape Start" lalu tape recorder dijalankan juru suara yang kemudian menjawab "tape running".
2. "Kamera Start" lalu kamera dijalankan juru kamera yang kemudian menjawab "Camera running".
3. "Claper" dipegang asisten kameramen atau pencatat adegan membacakan claper ini dan mengatupkannya satu sama lain sehingga terdengar bunyi klak.
4. "Action" maka pemain film mulai akting .
5. " Cut " yang menandakan pengambilan gambar selesai.
6. " Retake " bila pengambilan urutan di atas diulang kembali sebagai pilihan karena kesalahan pemain berakting atau untuk mendapatkan stok gambar lebih banyak lagi.
Dalam shooting ini selain paket drama juga paket dokumentasi. Dalam paket dokumentasi tata cara pengambilan gambar dan suara juga sama. Namun pemakaian klaper board tidak harus digunakan. Sebagai gantinya digunakan tepuk tangan yang di ambil gambar dan suaranya di depan objek yang di shoot. Nah Anda tertarik menjadi pemain film ( sinetron ) atau ingin berprofesi sebagai juru kamera atau juru suara bahkan juga ingin belajar sebagai penyunting film ada sekolahnya kok? Cukup kursus singkat kurang lebih 1 bulan Anda sudah bisa berpraktek mengoperasikan kamera atau menyunting film. Oh bukan, penyunting video dengan menggunakan perangkat komputer. Semua ini bisa dipelajari melalui pelatihan singkat yang menitik beratkan praktek...praktek...praktek.
di ambiL dari http://arumsekartaji.blogspot.com/2008/11/rekaman-gambar-pada-film-16-mm.html
Posted by ebong techno at 20:45 0 comments
Monday, 11 May 2009
Cawapres Pasangan SBY Dideklarasikan 11 Mei * Koalisi Mengusung SBY Diumumkan 10 Mei * Rekapitulasi Manual Melejit, Suara Demokrat Jauh Ungguli PDIP
Jakarta (SIB)
Bersamaan dengan pengumuman resmi Koalisi Pendukung SBY, Partai Demokrat (PD) sekaligus mengumumkan siapa nama cawapres pendamping SBY. Pendeklarasian sebagai pasangan capres-cawapres akan dilakukan satu hari kemudian.
“Pengumuman koalisi dan nama pasangan di Jakarta, kalau deklarasi direncanakan bukan di Jakarta. Waktunya mungkin beda sehari,” ungkap Ketua DPP PD Anas Urbaningrum melalui telepon, Senin (4/5).
Menurut rencana pengumuman nama resmi Koalisi Pendukung SBY akan dilaksanakan 10 Mei 2009, satu hari setelah KPU mengumumkan secara resmi hasil akhir dari penghitungan perolehan masing-masing kontestan pemilihan legislatif 2009. Itu artinya, deklarasi capres SBY dan pasangannya dilakukan esok harinya tanggal 11 Mei.Selaku bakal capres, SBY menyatakan dirinya telah menentukan siapa tokoh yang akan dia gandeng sebagai cawapres menghadapi Pilpres 2009. Baik SBY dan elit PD masih menyimpan rapat-rapat identitas bahkan inisial nama orang yang akhirnya terpilih tersebut.
Menyusul keputusan Partai Golkar mengajukan Jusuf Kalla (JK) sebagai bakal capres, sejumlah nama tokoh menguat sebagai bakal pasangan SBY. Tiga terpopuler adalah Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR, kader PKS), Hatta Rajasa (Mensesneg RI, kader PAN) dan Boediono (Gubernur BI, teknokrat).
Koalisi Mengusung SBY Diumumkan 10 Mei
Partai Demokrat (PD) pada Minggu (10/5) berencana mengumumkan koalisi partai-partai politik yang mereka bangun. Belum ditetapkan nama bagi koalisi baru itu, namun untuk sementara nama yang mereka pergunakan adalah Koalisi Mengusung SBY.
“Peserta koalisinya insya Allah 5 partai lulus PT (parliamentary threshold) dan 10 partai belum lulus PT. Persisnya diumumkan setelah KPU menetapkan hasil pileg 9 Mei. Sangat mungkin akan diumumkan bersama peserta koalisi pada 10 Mei,” ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum melalui telepon, Senin (4/5).
Anggota koalisi menjalin kebersamaan dalam legislatif dan eksekutif dengan semangat meraih kemenangan secara komprehensif demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Visi utamanya melanjutkan perubahan yang menjamin kontinuitas dan kemajuan nyata dengan membentuk pemerintahan yang kompeten dan ditopang mayoritas kursi di parlemen.
“Boleh saja dibilang koalisi 3 in 1: koalisi untuk pemenangan pilpres, koalisi di pemerintahan dan koalisi untuk jaminan dukungan di parlemen,” jelas mantan anggota KPU ini.
Anas menegaskan tujuan Koalisi Mengusung SBY adalah tiga hal tersebut. Bukan hendak keberadaan mengantisipasi poros Teuku Umar atau Koalisi Besar yang telah dedeklarasikan akhir pekan lalu.
“Bukan untuk mengantisipasi poros Teuku Umar. Koalisi ini akan mengantarkan pilpres menang, pemerintahan tenang, dan rakyat senang,” pungkasnya.
Melejit, Suara Demokrat Jauh Ungguli PDIP
Perolehan suara Partai Demokrat (PD) melejit dan melampaui PDIP cukup jauh. Gerindra juga melampaui PKB secara cukup signifikan.
Dari data rekapitulasi manual sementara yang disampaikan KPU di Hotel Borobudur, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (4/5) per pukul 09.21 WIB, Demokrat nangkring di urutan pertama dengan perolehan 13.471.403 suara (19,96 persen).
Posisi berikutnya ditempati PDIP dengan suara 10.482.730 (15,53 persen). Selisih suara keduanya cukup jauh, hampir 3 juta. Golkar masih tetap di posisi ketiga dengan suara 10.172.755 (15,07 persen).
Posisi keempat diraih PKS dengan 5.608.053 suara (8,31 persen), lalu PAN 4.206.768 suara (6,23 persen), PPP 3.815.686 suara (5,65 persen), Gerindra 3.024.517 suara (4,48 persen), PKB 2.623.342 suara (3,89 persen), dan Hanura 2.470.608 suara (3,66 persen).
Penghitungan tersebut berasal dari 21 provinsi, yakni Sumbar, Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Bangka Belitung, Kepri, Jabar, Jateng, DIY, Banten, Bali, NTB, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Sultra, Sulbar, dan Gorontalo. Jumlah suara sah 21 provinsi tersebut adalah 67.491.747. ( detikcom/c)
Posted by ebong techno at 18:47 0 comments
Indonesia Juara Umum Olimpiade Sains Internasional Yunior 2009
Suatu kebanggaan dari anak bangsa didapat saat Tim Indonesia menjadi juara umum dalam Olimpiade Sains Internasional Yunior atau The First International Junior Science Olympiad setelah memborong delapan medali emas dan empat perak.
Dalam kompetisi yang diikuti 30 negara itu dan pertama kalinya di dunia atas prakarsa Indonesia, gelar Best Experimental Winner dan Absolute Winner juga dikantongi Indonesia. Gelar Best Experimental Winner diraih oleh Stephanie Senna, sedangkan gelar Absolute Winner jatuh pada Diptarama.
Hasil kompetisi tersebut diumumkan dalam upacara penutupan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo di Gedung Rama dan Shinta, Dunia Fantasi Ancol, Jakarta, Senin (13/12).Selain Diptarama (SMP Negeri 252 Jakarta) dan Stephanie Senna (SMPK-IPEKA Tomang, Jakarta), medali emas Indonesia lainnya disumbang Aziz Adi Suyono (SMP Negeri 9 Cilacap), Achmad Furqon (SMP Bina Insan Bogor), Andika Afriansyah (SMP Nusantara Makassar), Wayan Wicak Ananduta (SMP Negeri 1 Bekasi), Ria Ayu Pramudita (MTs Negeri Malang), dan William (SMP Sutomo Medan). Sementara Taiwan meraih lima emas, Thailand dua emas, Korea Selatan satu emas, Rusia satu emas, dan Kazakhstan satu emas.
Anggota tim Indonesia yang berhasil meraih medali perak adalah Dewi Kusumawati (SMP Negeri 1 Seputih Surabaya, Lampung), Petrus Yesaya Samori (SMP Negeri 2 Jayapura), Fransiska Putri Wina Hadiwidjana (SMP YPJ Kuala Kencana Mimika), dan Carolina Jessica (SMP Xaverius 1 Palembang).
Stephanie Senna mengaku lega dapat menyumbangkan emas bagi Indonesia dalam kompetisi itu. “Sebelumnya saya tidak yakin karena tes tersebut sulit sekali dan saya khawatir membuat banyak kesalahan,” kata Stephanie, yang juga meraih gelar Best Experimental Winner setelah mempraktikkan fermentasi dengan buah salak.
Setiap peserta The First International Junior Science Olympiad (IJSO) mengikuti tiga jenis kompetisi, yaitu test competition untuk mengetahui kemampuan dasar Fisika, Kimia, dan Biologi; theoretical competition guna melihat kemampuan pemecahan soal teori gabungan dari Fisika, Kimia, dan Biologi; serta experimental competition untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal eksperimen gabungan antara dua atau tiga mata pelajaran tersebut. Dari ketiga jenis kompetisi itu, Diptarama dari Indonesia meraih nilai tertinggi dan berhak atas gelar Absolute Winner.
Kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras 12 anggota tim Indonesia yang selama 10 bulan dikarantina secara khusus untuk dibina. Bagi anak-anak tersebut, pemerintah akan menyediakan hadiah dalam bentuk Tabanas, yang saat ini jumlahnya sedang dibahas. Peraih medali emas juga akan mendapatkan asuransi pendidikan yang akan menjamin mereka hingga lulus perguruan tinggi.
Gemar sains
Mendiknas Bambang Sudibyo dalam sambutannya mengatakan, menang atau kalah bukan hal terpenting. Menurut dia, acara ini sesungguhnya lebih untuk menjalin persahabatan di antara komunitas ilmuwan muda dan kerja sama di masa mendatang.
President of IJSO Masno Ginting menambahkan, ajang tersebut sekaligus untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sains. “Sains selama ini menjadi anak tiri dan dianggap tidak langsung dapat bermanfaat atau menjamin masa depan sehingga orang malas mempelajarinya,” kata Masno.
Hal senada diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Indra Djati Sidi. Ia mengatakan, medali bukan segalanya karena yang terpenting adalah menumbuhkan motivasi bagi anak-anak itu.
Indra juga mengatakan, kemenangan ini diperoleh secara adil. Soal yang diberikan kepada para peserta merupakan hasil godokan para ketua tim dari berbagai negara peserta IJSO. Selain itu, sosialisasi untuk persiapan tanding dilakukan sejak setahun lalu.
IJSO akan menjadi agenda tahunan dan telah terbentuk organisasi internasionalnya yang diketuai Masno Ginting dengan pengurus dari berbagai negara. Kali ini IJSO mendapat anggaran sekitar Rp 10 miliar.
IJSO kedua kembali akan diadakan oleh Indonesia sambil menunggu kesiapan negara lain menjadi tuan rumah. Namun, untuk tahun 2006 hingga tahun 2010 telah ada negara yang bersedia menyelenggarakan, berturut-turut Brasil, Taiwan, Eropa (belum ditentukan negaranya), Korea, dan Nigeria. (INE)
Posted by ebong techno at 18:44 0 comments
dasar dasar jurnalistik
Pengertian Jurnalistik
Pengertian istilah jurnalistik dapat ditinjau dari tiga sudut pandang: harfiyah, konseptual, dan praktis.
Secara harfiyah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day). Asal-muasalnya dari bahasa Yunani kuno, “du jour” yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak.
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang: sebagai proses, teknik, dan ilmu.
1. Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).
2. Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau “keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara.
3. Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sebaga ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.
Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media massa. Dari pengertian kedua ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalam dunia jurnalistik: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi, dan media massa.
Informasi : News & Views
Informasi adalah pesan, ide, laporan, keterangan, atau pemikiran. Dalam dunia jurnalistik, informasi dimaksud adalah news (berita) dan views (opini).
Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values) –aktual, faktual, penting, dan menarik. Berita disebut juga “informasi terbaru”. Jenis-jenis berita a.l. berita langsung (straight news), berita opini (opinion news), berita investigasi (investigative news), dan sebagainya.
Views adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah atau peristiwa. Jenis informasi ini a.l. kolom, tajukrencana, artikel, surat pembaca, karikatur, pojok, dan esai.
Ada juga tulisan yang tidak termasuk berita juga tidak bisa disebut opini, yakni feature, yang merupakan perpaduan antara news dan views. Jenis feature yang paling populer adalah feature tips (how to do it feature), feature biografi, feature catatan perjalanan/petualangan, dan feature human interest.
Penyusunan Informasi
Informasi yang disajikan sebuah media massa tentu harus dibuat atau disusun dulu. Yang bertugas menyusun informasi adalah bagian redaksi (Editorial Department), yakni para wartawan, mulai dari Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur Desk, Reporter, Fotografer, Koresponden, hingga Kontributor.
Pemred hingga Koresponden disebut wartawan. Menurut UU No. 40/1999, wartawan adalah “orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin”. Untuk menjadi wartawan, seseorang harus memenuhi kualifikasi berikut ini:
1. Menguasai teknik jurnalistik, yaitu skill meliput dan menulis berita, feature, dan tulisan opini.
2. Menguasai bidang liputan (beat).
3. Menguasai dan menaati Kode Etik Jurnalistik.
Teknis pembuatannya terangkum dalam konsep proses pembuatan berita (news processing), meliputi:
1. News Planning = perencanaan berita. Dalam tahap ini redaksi melakukan Rapat Proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yang akan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dan kode etik jurnalistik. Dalam rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tema tulisan/berita yang akan dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagian tugas di antara para wartawan.
2. News Hunting = pengumpulan bahan berita. Setelah rapat proyeksi dan pembagian tugas, para wartawan melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara.
3. News Writing = penulisan naskah. Setelah data terkumpul, dilakukan penulisan naskah.
4. News Editing = penyuntingan naskah. Naskah yang sudah ditulis harus disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskah dengan space atau kolom yang tersedia.
Setelah keempat proses tadi dilalui, sampailah pada proses berikutnya, yakni proses pracetak berupa Desain Grafis, berupa lay out (tata letak), artistik, pemberian ilustrasi atau foto, desain cover, dll. Setelah itu langsung ke percetakan (printing process).
Penyebarluasan Informasi
Yakni penyebarluasan informasi yang sudah dikemas dalam bentuk media massa (cetak). Ini tugas bagian marketing atau bagian usaha (Business Department) –sirkulasi/distribusi, promosi, dan iklan. Bagian ini harus menjual media tersebut dan mendapatkan iklan.
Media Massa
Media Massa (Mass Media) adalah sarana komunikasi massa (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri artinya proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.
Ciri-ciri (karakteristik) medi massa adalah disebarluaskan kepada khalayak luas (publisitas), pesan atau isinya bersifat umum (universalitas), tetap atau berkala (periodisitas), berkesinambungan (kontinuitas), dan berisi hal-hal baru (aktualitas).
Jenis-jenis media massa adalah Media Massa Cetak (Printed Media), Media Massa Elektronik (Electronic Media), dan Media Online (Cybermedia). Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, dan film. Sedangkan media cetak –berdasarkan formatnya— terdiri dari koran atau suratkabar, tabloid, newsletter, majalah, buletin, dan buku. Media Online adalah website internet yang berisikan informasi- aktual layaknya media massa cetak.
Produk Utama Jurnalistik: Berita
Aktivitas atau proses jurnalistik utamanya menghasilkan berita, selain jenis tulisan lain seperti artikel dan feature.
Berita adalah laporan peristiwa yang baru terjadi atau kejadian aktual yang dilaporkan di media massa.
Tahap-tahap pembuatannya adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan fakta dan data peristiwa yang bernilai berita –aktual, faktual, penting, dan menarik—dengan “mengisi” enam unsur berita 5W+1H (What/Apa yang terjadi, Who/Siapa yang terlibat dalam kejadian itu, Where/Di mana kejadiannya, When/Kapan terjadinya, Why/Kenapa hal itu terjadi, dan How/Bagaimana proses kejadiannya)
2. Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan berdasarkan rumus 5W+1H dengan menggunakan Bahasa Jurnalistik –spesifik= kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; dan komunikatif = jelas, langsung ke pokok masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.
3. Komposisi naskah berita terdiri atas: Head (Judul), Date Line (Baris Tanggal), yaitu nama tempat berangsungnya peristiwa atau tempat berita dibuat, plus nama media Anda, Lead (Teras) atau paragraf pertama yang berisi bagian paling penting atau hal yang paling menarik, dan Body (Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah tertuang di Lead.
By ASM. Romli. Jika Anda ingin lebih dalam memahami dunia jurnalistik dan menguasai teknik menulis untuk media massa –berita, artikel, feature, dan tajukrencana atau kolom, silakan bergabung dengan Balai Jurnalistik ICMI Jabar (BATIC) yang saya pimpin –www.baticnews.co.nr— atau Anda bisa kuliah jurnalistik a.l. di Jurusan Ilmu Komunikasi Univeritas Kebangsaan Bandung (Kelas Reguler dan Karyawan), atau di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Dakwah UIN SGD Bandung. Untuk pelajar SMA/SMK/MA, kamu bisa gabung dengan Klub Jurnalis Pelajar (KJP) Pusdai Jabar –www.kjpnews.co.nr.
www.romeltea.co.nr e-mail: romeltea@yahoo.com
Posted by ebong techno at 18:34 0 comments
