Friday, 4 September 2009

Menhub Prediksi Arus Mudik Lebaran Naik 15%


Muara Bungo, Jambi, (tvOne)

Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafi`i Djamal mengatakan, penumpang arus mudik yang akan merayakan hari Idul Fitri di daerah asalnya dengan menggunakan berbagai sarana transportasi, diperkirakan naik 10-15 persen."Kita perkirakan penumpang arus mudik naik antara 10 hingga 15 persen, karena itu persiapan sarana angkutan jalan juga harus dipersiapkan dengan baik," kata Menhub saat ditanya wartawan usai melakukan pemancangan perdana terminal bandar udara Muara Bungo, di Kabupaten Bungo, Sabtu.

Ia memperkirakan kenaikan terbesar akan terjadi pada sektor angkutan udara, dengan penumpang yang menggunakan pesawat akan lebih banyak karena beberapa faktor, antara lain lebih cepat sampai di tujuan.

Pada saat arus mudik, dipastikan akan terjadi kenaikan tarif angkutan, karena itu pemerintah juga akan mengeluarkan tuslag mengenai besaran kenaikan yang diberlakukan.

"Meningkatnya arus mudik ini harus diantisipasi sejak dini, termasuk kesiapan sarana angkutan, jalan dan lainnya agar masyarakat bisa pulang ke kampungnya dengan aman dan lancar," katanya.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat Jusman mengaku akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya untuk mengecek sejumlah jalan yang kini sedang diperbaiki dan ditingkatkan.

"Minggu depan saya rencananya saya akan mengadakan perjalanan dari Jakarta hingga ke Surabaya (Jatim), akan kita cek sampai seberapa jauh kesiapan jalan yang akan dipakai untuk arus mudik," ujarnya.

Ia juga akan memantau kesiapan jalan di Sumatra, karena di saat arus mudik, lalu lintas di hampir semua jalan akan meningkat. Dephub juga akan memprioritaskan pada keselamatan, termasuk meneliti kelaikan armada bus dan angkutan lainnya, agar kecelakaan di jalan raya yang sering kali membawa korban jiwa bisa diminimalisasi.

Berdasarkan undang-undang (UU) nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang disahkan pada 22 Juni 2009, ada dua institusi yang bertanggung jawab dan mengelola, pertama, soal manajemen lalu lintas menjadi urusannya kepolisian seperti SIM, STNK dan kelengkapan lainnya.

Kedua, manajemen transportasi, pengelolaan dan tanggung jawabnya berada di Departemen Perhubungan, seperti terminal dan jembatan timbang, oleh karena itu, keduanya sama-sama bertanggung jawab terhadap keselamatan di jalan raya, termasuk saat meningkatnya arus mudik.

Ketika ditanya soal keselamatan angkutan udara atau penerbangan terkait masih adanya kecelakaan pesawat, Menteri mengatakan, evaluasi terhadap kinerja perusahaan penerbangan terus dilakukan, dan saat ini sudah lebih baik.

Untuk menata sektor penerbangan ini, pemerintah hingga kini juga telah mencabut 22 izin operasi, pencabutan izin ini merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki keamanan dan keselamatan penerbangan.

Mengenai izin baru untuk maskapai penerbangan, Jusman yang didampingi Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti, mengatakan, hingga saat ini belum ada yang mengajukan atau dikeluarkan.

Untuk membuka usaha penerbangan, saat ini juga semakin ketat sejalan dengan diberlakukannya UU nomor 22 Tahun 2009, sebab ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yang lebih berat dari sebelumnya.

Jika sebelumnya, hanya dengan dua pesawat seseorang sudah bisa mendirikan perusahaan penerbangan, dengan UU baru itu investor minimal harus punya lima pesawat ditambah lima pesawat sewa, jumlahnya menjadi 10 pesawat. "Jadi, orang yang akan mendirikan maskapai penerbangan harus benar-benar punya modal kuat, hal ini juga bertujuan agar perusahaan itu bisa merawat pesawatnya," tambah Jusman Syafi`i Djamal. (Ant)


terUSKan Lah untuk LEBIh lengkap.......

'UP', Keliling Dunia Dengan Balon

Seumur hidup, Carl Fredricksen (Edward Asner) selalu memimpikan sebuah petualangan besar. Ia selalu ingin menjelajahi daerah-daerah baru dan pergi berkeliling dunia. Sayangnya hingga ia berusia 78 tahun, semua itu hanya sekedar impian saja dan tak pernah jadi kenyataan.Setelah istrinya meninggal, Carl mendapat masalah baru. Rumahnya akan digusur dan ia terancam berakhir di panti jompo. Merasa tak ada lagi yang bisa menghalanginya melakukan petualangan seperti yang ia impikan, Carl pun bertekad membawa rumahnya pergi mengelilingi dunia. Untuk mencapai tujuannya, Carl mengikatkan ribuan balon ke rumahnya dan menjadikan seluruh rumahnya sebuah balon terbang.

Celakanya, ada satu yang tak ia perhitungkan sebelumnya. Tanpa ia sadari, ternyata Russell (Jordan Nagai), anak berusia delapan tahun yang punya rasa ingin tahu berlebihan, ternyata ikut terbawa dalam perjalanan. Akhirnya, mau tak mau Carl harus membawa pergi Russell juga dan berharap bahwa mereka tak akan terlibat masalah besar karena ulah Russell ini.

Siapa yang tak kenal Pixar. Perusahaan animasi yang dipelopori oleh Steve Jobs, petinggi Apple, ini memang adalah perusahaan animasi yang selalu menyajikan film animasi berkualitas tinggi. Kalau tak percaya, lihat saja WALL-E yang berhasil memukau penonton dengan animasi nyaris tanpa dialog ini. Kesuksesan Pixar tak berhenti sampai di sini, kali ini Pixar kembali menawarkan animasi dengan konsep yang berbeda dari WALL-E.

Film berjudul singkat, 'UP', ini berkisah tentang sebuah kondisi yang sebenarnya hanya akan dimengerti oleh orang dewasa saja namun dengan pengolahan alur cerita yang menarik, konsep itu tak akan sulit diterima anak kecil dengan penalaran yang masih terbatas. Ide tentang mimpi yang tertunda, kehilangan orang yang dicintai dan kekecewaan yang kadang membawa berkah memang tak mudah dicerna anak-anak namun di situlah keunggulan film ini. Menyederhanakan konsep yang rumit itu.

Soal kualitas animasi, barangkali tak perlu dibahas lagi. Seperti biasa, Pixar tak akan melepas sebuah film animasi tanpa pengerjaan yang benar-benar sempurna. Didukung oleh pengisi suara yang sama handalnya maka lengkap sudah senjata film ini untuk merebut minat pasar. Karena penuangan ide yang brilian maka jelas range penonton film ini pun tak akan terbatas pada anak kecil saja. Orang dewasa pun dapat menikmati film ini tanpa merasa bosan. Range usia penonton yang lebar ini pun terwakili oleh dua karakter utama yang berbeda usia tujuh puluh tahun.

Pendek kata, durasi film sepanjang 89 menit seolah berlalu dengan cepat karena sepanjang film penonton akan dimanjakan dengan suguhan visual yang apik, karakter yang cukup kompleks dan terlihat hidup, pengisian suara yang benar-benar menjiwai, dan tentu saja sebuah cerita yang menghibur namun juga memberikan sedikit pencerahan buat mereka yang sedang dirundung duka.




di mabil dari kapanlagi.com


terUSKan Lah untuk LEBIh lengkap.......

Monday, 31 August 2009

MENYIASATI PACARAN JARAK JAUH


Cinta memang tak kenal tempat dan waktu, dimana saja perasaan itu bisa bersemi. Karena itu banyak bermunculan pasangan yang berbeda jarak dipisahkan, sungai, gunung, laut, sampai benua. Pasangan semacam ini memang punya tantangan sendiri. Jika kepercayaan dan cinta tak terlalu kuat, hubungan bisa gampang berantakan, berikut sedikit tips yang dapat dilakukan bagi kalian yang menjalani hubungan jarak jauh

1. Isi waktu kesendirian dengan hal bermanfaat.
Diakui godaan yang terbesar bila punya kekasih yang jauh adalah bete saat sendirian. Apalagi bila malam minggu tiba, di mana semua teman-teman sibuk pacaran dengan pasangan masing-masing. Kesepian dan juga iri tentu saja berkecamuk dalam diri. Kalau sudah begini, jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan. Lebih baik kamu menenggelamkan diri pada segala kesibukan yang positif arahnya. Kalaupun kamu harus menghadiri resepsi, tak ada salahnya mengajak adik atau teman dekat untuk menemani.

2. Selalu kirim foto terbaru.
Sebagai obat kangen, selain mengandalkan komunikasi juga nggak boleh lupa saling bertukar foto terbaru. Dengan begitu, selain tahu perkembangan dan perubahan rutinitas pasangan, kamu juga bisa tahu perubahan fisik yang dialami pasangan kamu. Jangan kaget kalau mendadak si dia berubah menjadi gemuk. Tentu saja cara pengiriman foto juga akan lebih mudah lewat e-mail.


3. Berantem Tak berarti putus
Pacaran jarak jauh bukan jaminan nggak akan pernah mengalami saat-saat berantem. Mungkin saja si dia mendengar gosip macem-macem tentang kamu yang tidak benar. Salah-salah tentu saja setiap kali pembicaraan akan dipadati dengan luapan kemarahan. Kalau sudah seperti ini, jangan dulu emosi, apalagi langsung mencanangkan kata putus! Anda berdua juga harus menyadari, mungkin dia dapat info dari orang yang salah. Atau juga mungkin karena saking kangennya sama kamu, akhirnya dia jadi punya pikiran yang ngga-ngga.

4. Beri pengertian padanya, kalian sudah lama terpisah dan jarang bertemu.
Jadi, kenapa nggak sesekali bertemu atau mengobrol tentang segala hal yang ingin sekali diketahui pasangan kamu. Sadari juga kemungkinan kalian sama-sama jenuh karena saling berjauhan dan nggak bisa curhat. Perlu diwaspadai juga, ada banyak "musuh" yang mungkin ingin melihat hubungan kamu berakhir. Yang pasti kamu harus waspada, namun tanpa melepas rasa percaya dan kesetiaan kamu.



sumber : http://willmen46.wordpress.com dan http://www.rileks.com


terUSKan Lah untuk LEBIh lengkap.......

MERANTAU, mungkinkah ini awal baru bagi dunia silat INDONESIA


Merantau adalah sebuah tradisi yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat yang wajib dijalankan bagi setiap laki-laki yang tinggal di Minangkabau untuk pembelajaran diri. Tak terkecuali bagi Yuda (Iko Uwais), seorang pesilat Harimau. Ia harus merantau ke Jakarta, dan meninggalkan Minangkabau. Meski sang ibu, Wulan (Christine Hakim) melarangnya, tapi karena sudah bagian dari tradisi, maka Yuda tetap pergi meninggalkan ibunya, dan kakaknya Yayan (Donny Alamsyah) dengan tujuan menjadi guru silat. Dari Minangkabau yang tenang dan penuh kenyamanan, Yuda harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan di Jakarta. Tak kunjung menjadi guru silat, nasib pun mempertemukan dirinya dengan Adit (Yusuf Aulia) dan Astri (Siska Jesika), kakak beradik yang akhirnya menjadi korban sebuah organisasi human trafficking, pimpinan Ratger (Mads Koudal). Yuda pun tergerak hatinya untuk membantu Astri dan adiknya.

Yuda pun harus berhadapan dengan organisasi mafia, dan ia harus melawan kaki tangan Ratger, Luc (Laurent Buson) dan Johni (Alex Abbad) dan anak buahnya. Demi sebuah kebebasan, Yuda bersama Astri dan Adit melarikan diri dari para preman-preman dan mucikari yang terus mengejar mereka.

MERANTAU bisa menjadi jawaban atas 'kekekeringan' film-film Indonesia yang bermutu tapi juga tidak meninggalkan unsur entertainment di dalamnya. Film yang disutradarai oleh Gareth Evans, sutradara asal Inggris berusaha mengangkat salah satu kebudayaan asli Indonesia, yakni pencak silat ke dunia internasional.

Sebelum menggarap MERANTAU, Gareth terlebih dahulu melakukan research ke seluruh Indonesia mengenai pencak silat, dan pilihannya jatuh kepada pencak silat Harimau asal Minangkabau. Sebagai film dengan genre drama action, MERANTAU menyuguhkan adegan-adegan penuh action yang belum pernah ditayangkan di film laga lokal.

Dari sisi sinematografi, Gareth mampu menampilkan tontonan yang apik meski dengan budget 'terbatas', sekitar 15 miliar rupiah. Alhasil, adegan kejar-kejaran dan perkelahian melewati gang-gang sempit dan bahkan adegan ketika Yuda berkelahi di atas tumpukan-tumpukan bambu, terlihat sangat apik. Tak heran jika sebelum premier di Tanah Air, film ini telah mendapatkan standing applaus saat diputar di ajang film internasional di Korea dan Jogya beberapa waktu lalu.

Selain untuk mengangkat pencak silat, yang merupakan budaya asli Indonesia ke dunia internasional, MERANTAU ingin mengajak semua generasi muda Indonesia lebih mencintai dan bangga terhadap budaya asli Indonesia. Karena sesungguhnya, budaya asli Indonesia harus dipertahankan. Jika orang luar saja tertarik untuk membuat film dengan latar belakang budaya Tanah Air, kenapa kita yang lahir di Indonesia justru tidak bangga dengan budaya milik kita sendiri?

Pemain: Iko Uwais, Siska Jesika, Christine Hakim, Donny Alamsyah, Yusuf Aulia, Laurent Buson, Alex Abbad, Mads Koudal.


terUSKan Lah untuk LEBIh lengkap.......

Saturday, 29 August 2009

CARA UNIK MILITER CHINA MELAKSANAKAN SHALAT FAJAR

Salah seorang da’i duduk bersimpuh di depan seorang Syaikh, ia menceritakan pengalaman dakwahnya ketika bertugas bersama-sama dengan tentara China yang ditempatkan di Teluk, saat perang Teluk yang ke tiga.Sang Syaikh menundukkan kepalanya dengan hidmat mendengarkan kisah da’i tersebut. Ia memulai ceritanya ketika sekelompok pasukan tentara China berada di Utara Mamlakah (Saudi), tentunya kami selaku du’at ilallah mengenalkan kepada mereka tentang ajaran Islam dan berusaha menyelamatkan mereka dari gelap-gulitanya kejahiliyahan kemusyrikan dan kedzaliman, dari penyembahan Budha, Kunfucius, dan bentuk berhala-berhala lainnya, berubah menjadi penyembah Allah Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Sungguh, Allah swt memberi pintu kemudahan dalam proses dakwah kami tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang kembali pada Islam. Kami pun mengajarkan kepada mereka secara bertahap rukun-rukun Islam dan mengenalkan kewajiban-kewajiban yang lain.

Dengan sembunyi-sembunyi mereka melaksanakan shalat pada waktunya tanpa sepengetahuan komandan atau atasanya… akan tetapi mereka menghadapi kesulitan di dalam melaksanakan shalat subuh, ketika komandan mereka mengetahui bahwa sekelompok pasukan berkumpul dalam satu kemah, agar bisa saling membangunkan sehingga tidak kesiangan. Mereka dipaksa untuk berpisah satu dengan lainnya.

Masing-masing mereka membawa jam “beker” untuk membangunkan dari tidur mereka. Akan tetapi ketika mereka sudah terbangun sebelum waktu fajar untuk persiapan shalat shubuh di awal waktunya, mereka dihalang-halangi oleh komandan dan ditutuplah jendela dan pintu kemah mereka…

Sekonyong-konyong mereka menemukan cara unik untuk bisa bangun tidur dan beralasan..! Sang Syaikh tertegun memperhatikan wajah da’i yang di kelilingi pasukan lainnya. Da’i tadi meneruskan, “Masing-masing mereka merencanakan untuk minun air sebelum tidur dalam jumlah yang banyak, agar bisa bangun dan keluar ke WC. Di sana ia melihat jam tangannya, dan mengetahui kapan waktu shalat subuh masuk. Jika waktu shalat subuh sebentar lagi, ia menunggu dan langsung shalat, jika belum masuk waktu fajar, ia minum air sejumlah kadar tertentu… demikian sampai bisa terbangun ketika waktu subuh.

Dengan pengalaman berkali-kali itu, masing-masing mereka akhirnya mengetahui kadar minum air yang tepat untuk bisa bangun. Jadilah masing-masing mereka bisa menunaikan shalah subuh tepat waktu…

Sampai di sini, da’i tadi memandangi wajah sang Syaikh, ketika itu berderailah air mata beliau tanda haru.

“…Mereka baru masuk Islam, cinta di hati mereka demikian kuat, ada apa gerangan?! Ya, karena mereka sebelumnya tahu kejahiliyahan dengan segala kerusakannya. Kemudian mereka mengenal Islam, merasakan kebahagiaannya, oleh karena itu mereka semangat di dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari, meskipun kondisi serba sulit.

Di mana kita, wahai umat Islam, dibandingkan dengan mereka?!!

Bahkan di antara kita, sangat disayangkan meninggalkan shalat subuh sama sekali, meskipun mendengar kumandang adzan, saat kondisi normal, bahkan sangat dekat dengan masjid. (Ibnu Muhammad Ali)

Diambil dari www.dakwatuna.com


terUSKan Lah untuk LEBIh lengkap.......